Menang Kalah Suatu Hal yang Wajar
Sebelumnya saya pernah menulis bahwa hidup ini hanya ada dua hal yaitu Gelak Tawa dan Air mata. Tidak ada satupun manusia yang bisa mempertukarkan seluruh air matanya hanya dengan gelak tawa. Demikian juga sebaliknya. Tidak ada manusia yang hanya dikaruniai air mata tanpa gelak tawa. Kedua-duanya senantiasa hadir dalam waktu yang bergantian.
Untuk itu saya selaku masyarakat biasa ingin menyampaikan selamat kepada partai dan Caleg yang mendapatkan suara terbanyak dalam pemilu ini dan sekaligus menyampaikan selamat juga kepada partai dan Caleg yang belum mendapatkan suara yang sesuai dengan angan-angannya.
Yang Kalah hal ini merupakan pelajaran yang sangat berarti bahwa apa yang diyakini, dipelajari dan dipersiapkan selama ini ternyata masih belum diminati oleh masyarakat pemilih pada umumnya artinya ada hal-hal yang harus dipelajari dan dipersiapkan lagi namun yang lebih penting lagi harus ber Syukur kepada ALLAH SWT karena telah terbebas dari beban janji-janji yang disampaikan kepada masyarakat saat kampanye pemilu.
Yang Menang hal ini merupakan tantangan besar yang harus diselesaikan selama masa 5 tahun kedepan beban ini sangat berat jangan disiasiakan mengingat masyarakat telah mempercayakan kepada Anda untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintahan mendatang, Anda telah masuk kepada step berikutnya yang merupakan awal dari permasalahan-permasalahan baru yang menjadi tanggung jawab anda.
Juara Sejati adalah orang-orang yang selalu berpikir dan berpikir untuk menang namun tidak takut kalah karena kalah adalah suatu proses untuk berpikir lebih baik menuju kemenangan.
“Tips” Ada suatu cerita yang disampaikan oleh seorang Ustad bulan Maret 2009 lalu disuatu Masjid di Ketintang Surabaya. Beliau menceritakan bahwa ada seseorang laki-laki umur sekitar 25 tahun bersedih karena kehilangan Kuda piaraan satu-satunya yang dimiliki, setelah mencari beberapa waktu tidak ketemu ternyata kudanya kembali dengan membawah temannya sebanyak 5 ekor kuda baru, laki-laki tersebut bergembira dengan riangnya dan merawat kelima kuda yang baru didapatkannya, tiba pada saat yang naas laki-laki tesebut lupa bahwa kelima kuda barunya itu berasal dari kuda-kuda liar yang ada dihutan, tanpa punya perasaan kawatir diperlakukannya kelima kuda tersebut seperti kuda piaraannya dan apa yang terjadi kelima kuda tersebut berontak dan menginjak-ijaknya sampai beberapa tualang rusuknya patah, laki-laki tersebut kesakitan dan bersedih dengan kejadian tersebut dia harus berbaring diranjangnya berminggu-minggu. Setelah berselang beberapa waktu terjadi peperangan yang melibatkan negaranya dimana pemerintah mengharuskan semua laki-laki seusiannya dikirim ke medan perang dan Dia satu-satunya yang tidak dikirim karena pernah patang tulang ia bahagia dan bersyukur tidak dikirim ke medan perang.
Inilah kehidupan yang harus senantiasa di syukuri.
Karunia”ALLAH SWT”
Herry sumiharyanto.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar