Hidup setiap orang - kalau boleh disederhanakan -
hanyalah kumpulan dua hal : gelak tawa dan air mata.
Tidak ada satupun manusia yang bisa mempertukarkan seluruh air matanya
hanya dengan gelak tawa. Demikian juga sebaliknya. Tidak ada manusia
yang hanya dikaruniai air mata tanpa gelak tawa. Kedua-duanya senantiasa
hadir dalam waktu yang bergantian.
Mirip dengan datangnya musim, setelah musim hujan datang musim kemarau.
Orang-orang yang menyesali air mata sama dengan orang yang menyesali
datangnya musim. Disamping sia-sia, ia juga tidak menemukan makna dalam
yang hadir di balik cucuran air mata.
Referensi : Gede Parma
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar